Kamis, 31 Maret 2016

AZ-ZAKIY : 17 th TETEPLAH SMANGAT & ISTIQOMAH MUJAHIDKU

AZ-ZAKIY :  17 th TETEPLAH SMANGAT & ISTIQOMAH  MUJAHIDKU

 


Kalaulah aku sudah bisa berjalan normal, tentu akan aku sambangi mujahidku di ujung Jawa sana.  Bukan hanya karena hari ini adalah saat istimewa buatnya, Milad ke-17 (30 maret 1999-2016) namun jua karna kegalauan hatinya.  Bagaimana tidak.....Dari 7 sohibnya yang masih bertahan hanya berdua, dia dan Zidni, salah satu soulmatenya.  Lima (5) lainnya pergi.  Dua(2) dipindahkan ke Kediri dan 3 (tiga) lainnya keluar/pindah.  Di sini (Gontor) apapun dan kapanpun bisa terjadi.  Keluar. pindah dengan berbagai alasan itu bisa terjadi kapanpun.  Tidak hanya saat-saat awal, tapi saat kelas akhir pun bisa terjadi.  Dan inilah Gontor.

Tujuhbelas (17) tahun adalah saat yang istimewa.  Masa perubahan menjelang dewasa.  Kami tahu.....saat-saat kebersamaan kami sangatlah jarang.  Kami hanya bisa berkumpul waktu liburan, baik liburan semesteran maupun libur akhir tahun.  Sayangnya kadang liburannya berbeda dengan liburnya adik-adiknya.  Libur semester kemarin, mujahid kami tidak pulang.  Waktu libur yang cuma 10 hari di manfaatkan untuk traveling.  Menjelajah kota Surabaya, Malang sampai Lombok.  Mumpung ada keempatan katanya.  Jadi praktis liburan akhir tahun kemarin ga bisa kumpul bersama.  Hanya bisa bersama dengan mujahidah kecil kami, karna kakaknya dapat tugas dari pondoknya untuk jadi musyrifah di acara daurah Quran.

Kalaulah aku sudah bisa berlari.....tentulah akan kutemeni istri tersayang meluncur ke ujung Jawa.  Bersama meleburkan rasa kangen  pada mujahid kami.  Namun hanya doa yang bisa kami sertakan.  Doa kami untuk mujahid tersayang agar tetep smangat dan istiqomah dalam berjihad menuntut ilmu_nya.  Dan doa serta surat cinta dari adik tercinta pun turut serta memberi smangat.  Walau jarang berjumpa namun kami usahakan untuk saling memberi support agar tercapai apa yang didambakan.

Happy Milad Mujahidku.....Tetap smangat & istiqomah, smoga Allah memudahkan semua urusannya, aamiin.

Senin, 04 Mei 2015

Asikya Hajatan Itu .....

Asikya Hajatan Itu .....

 

 Asyiknya hajatan itu adalah.....
Bisa memperhatikan berbagai perilaku manusia
Ada yang....
Berpakaian 'keren' tapi nyaris telanjang
Bergaya bak artis papan atas.....namun ga pas & noraknya minta maaf
Berpenampilan seperti etalase toko emas berjalan
Ga peduli barang pinjaman yang penting wah.....
Ga penting barang imitasi yang pasti bisa gaya.....
Bergaya 'trendi' namun...masya Allah rakusnya bak ga makan 7 hari 7 malam ....
Comot sana sini-icip ini itu tapi ga menyesuaikan  kapasitas perutnya sehingga mubazir sisanya.
Berpenampilan seperti 'ikhwah' tapi makannya kok berdiri & mau cipika cipiki
Bereuni ria.....gayeng ngobrol sana sini, ga peduli kursi bisa untuk berganti
Duduk manis bak tamu istimewa, ga peduli kerepotan saudara sebagai tuan rumah
Nyamar sebagai tamu karna mo ikut  makan gratis

Hajatan itu asyiknya adalah ......
Bisa tahu kalau dewasa itu bukan ditentukan usia
Tua itu pasti namun dewasa adalah pilihan
Ya.....di hajatan itu ada yang.....
Beda pendapat antara mempelai dengan orang tua bahkan keluarga besarnya
Shohibul hajat diboikot keluarga besarnya karena perbedaan 'cara penyajian' hajatnya
Tuan rumah yang ke-PD-an 'merasa' mampu meng-handle semuanya sendiri, namun akhirnya gaduh
Tuan rumag yang  ga mengorganisir panitia dengan baik sehingga banyak terjadi kehebohan
Tuan hajat yang ingin 'wah'di luar kemampuannya.....
Sehingga memperdaya keluarga besarnya buat urus sana sini ahirnya mereka ga menikmati hajatan itu
Shohibul hajat yang tunduk di palak panitia untuk menyediakan ini itu di luar kewajaran
Shohibul hajat diboikot teman jamaahnya konon katanya 'ga sesuai prosedur'

Hajatan itu asyik-kan.....

Nah......
Kalau anda berperilaku seperti apa ??

#EfekMusimKondangan

Senin, 27 April 2015

Aulia : Smoga Kita Dipertemukan Lagi Dalam Ridho-Nya

Aulia :  Smoga Kita Dipertemukan Lagi Dalam Ridho-Nya

 Sobat....

Serasa belum lurus punggung ini dari perjalanan Solo-Jakarta, pagi ini aku harus bersiap ke Bogor.  Aku harus mulai menata hati dan pikiran untuk hal yang baru.  Aku  mau tak mau harus bergegas, karena inilah hidup dan masa depanku.

Sobat....
Walau kita hanya bersama selama 6 bulan, namun rasanya sudah seperti sudah bertahun-tahun lamanya.  Kita 24 jam selalu bersama.  Di kelas, di Rayon dan di aktifitas harian.  Maklum inilah tempat kita, khusus santri baru - Darurrahmah.  Semua hal kita lakukan bersama.  Menata kamar rayon, menata & menghias kelas serta bersih-bersih lingkungan.  Kalian menunjuk aku untuk jadi ketua kelas.  Aku gamang.  Gimana tidak......aku masih harus menyesuaikan dan belajar  hal-hal yang baru sudah harus mengemban amanah yang berat buatku.  Aku masih harus belajar mandiri, memenej waktu & keuangan.  Tapi aku coba jua....maafkan kalau belum optimal.



Sobat....
Kita berlima, aku-Nisa-Izzah-Dewi-Nur....biasa kongkow di balkon saat waktu rehat.  Menatap langit yang biru sambil ngemil, ngobrol dan bercanda.  Kita disatukan dengan nasib yang sama.  Sama-sama anak rantau yang jauh dari orang tua.  Aku masuk pondok sebenarnya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.  Sejak Kakakku di pondok, aku ikut ummi dan abi kalau nengok kakak.  Sehingga sedikit banyaknya memahami pondok itu seperti apa.  Aku pun jua diikutkan saat hunting pondok putri buatku.  Keliling Jawa....dari Bogor, Magelang, Jogya, Solo, Ngawi, Ponorogo.  Pernah nginep jua di pondok putri tersebut agar bisa menangkap auranya.  Sampai akhirnya ortuku memilih Solo dan aku pun suka.  Jadilah kita bertemu di sini.

Sobat.....
Ternyata cukup berat jua ya belajar di pondok.  Kita tidak hanya belajar ilmu umum seperti sekolah umum lainnya di pagi hari, namun kita jua belajar ilmu kepondokan di siang sampai sore.  Kita pun harus mencuci sendiri.  Semuanya sendiri untuk belajar kemandirian. Awalnya berat, akhirnya terbiasa juga.  Kita bisa karena biasa.

Sobat....
Ortuku menginginkan aku masuk klas tahfidz...tapi belum lolos.  Saat tes durasi aku belum memenuhi syarat minimal, menghafal 1 lembar sekali setoran.  Maklum masih harus banyak penyesuaian.  Alhamdulillah ortuku gpp....dicoba lagi nanti.  Toh prestasiku di kelas cukup bagus, masuk 5 besar saat bagi rapot smemesteran.  Aku sudah mulai kerasan & enjoy.  Ummi-ku selalu datang setiap bulan.  Awalnya seh mau 2/3 bulan sekali, tapi ternyata aku ga tahan.  Aku berusaha untuk menyimpan rasa kangen yang sangat di awal-awal masuk pondok sampai pernah sakit.  Aku ga kasih kabar ke ortu.....tapi ada walisantri lain yang telon ummi,  sehingga akhirnya ummi & abi serta adikku datang.  Duh senengnya aku....banyak yang ingin aku ceritakan namun lidah ini serasa kelu berucap.  Aku hanya menyodorkan diaryku....itulah perasaanku selama ini. 

Sobat...
Aku bangga & sangat menyayangi ummi dan abi.  Beliaulah yang menjerumuskanku di jalan yang benar menurutku....dengan memasukkan aku ke pondok.  Di sini aku menemukan banyak hal, persahabatan, kerja sama, kemandirian, keikhlasan, toleransi, kesabaran dan masih banyak lagi.  Ya.....aku sudah betah.

Sobat....
Saat mudif.....ummi-ku cerita kalau adiku-Zahra,  mau masuk pondok Tahfidz di Bogor.  Zahra, adiku baru kals 4 SD akan masuk pondok.....apa bisa ya??  Berkecamuk pertanyaan-pertanyan dalam benaku.  Aku aja yang masuk pondok setelah lulus SD merasa berat, gimana adiku yang baru klas 4.  Saat kutanya adiku yang saat itu jua ikut...ternyata di luar prediksiku.  Zahra mau & sudah diterima.  Adiku bilang tempatnya lebih asyik daripada di sini.  Banyak pohon buah-buahan, kolam ikan, saung dll.  Dan di sana nanti  hanya fokus menghafal Alquran.  Programnya pun paling lama 2 tahun.  Begitu ujarnya.  Kutatap mata adiku dan kulihat kemantapan disana.  Alhamdulillah, syukurlah.....mungkin ini buah dari tour of pesantren yang pernah adiku ikuti jua bersamaku.  Dan boleh jadi ini adalah pertemuan terakhirku dengan adiku di pondok ini.  Aku ingin kasih hadiah buatnya.  Ya.....hadiah istimewa.( Baca : Aulia : Surat To Adik Tersayang)........to be continued.......

Jumat, 17 April 2015

Zidane : Cukup Aku Aja Yg Merasakannya...

Zidane : Cukup Aku Aja Yg Merasakannya....


Jumat sore kali ini sangat cerah.  Tangisan langit sudah habis ditumpahkan semalam.  Cerahnya sore ini ga seperti hatiku yang lagi galau.  Biasanya jumat sore adalah waktu yang asyik untuk main futsal kegemaranku.  Namun kali ini aku ingin rehat.  Ingin menulis dan membaca untuk mengusir kegalauanku.

Betapa tidak.....dulu 2 tahun yang lalu kami berlima (5) biasa duduk santai di teras masjid depan GBK.  Ngobrol bareng tentang apa saja....tentang cita-cita, keinginan, mimpi dan jua tentang keluarga masing-masing.  Jumat sore ini aku duduk sendiri.  


Dua sahabatku, Reza dan Alam tidak kembali lagi ke pondok di tahun ke-2.  Mereka memilih untuk melajutkan di luar pondok.  Tahun ke-3 Rifqi menyusul kedua sahabatnya hijrah ke sekolah dekat rumahnya.  Praktis di tahun ke-3 ini tinggal kami berdua, aku dan Fikri.  Awal semester genap kemarin Fikri berujar tahun depan berencana untuk melanjutkan ke SMA.  Sekarang pun dia asyik dengan dunia barunya di bidang pertamanan.  Fikri jarang bisa sharing lagi dengan ku karna tugas-tugasnya.  Sementara aku dipilih masuk grup pramuka khusus.  Kelas dan rayon pun kami pisah.  Lengkap sudah.....Praktis kami hanya bertemu kalau ada pertemuan konsul.

Di teras masjid kupandangi anak-anak klas 1 asyik main futsal di halaman GBK dan masjid.  Seperti yang biasa kami lakukan saat awal di pondok ini.  Karena inilah area main kami...santri baru.  Kami masih serayon dan belum boleh berinteraksi dengan kakak-kakak lainnya, klas 2 ke atas.  Entahlah apa maksudnya...mungkin agar ga di bully...hehe...

Di depan masjid lama teman-teman amin futsal.  Klud Bola main di lapangan.  Persidam latihan di lapangan pintu gerbang.  Tadi kulihat anak-anak Badminton main di GOR, begitu pun anak basket.  Aku lagi ga selera untuk main apa pun.  Aku ingin sendiri, me time.

Pekan depan Ummi & Abi ku mudif, pas saat miladku.  Senang jua seh saat moment penting ditemani orang-orang tercinta.  Beliau sudah hampir setahun ga mudif ke sini.  Maklum adik-adikku baru masuk ke pondok di Solo & Bogor.  Tentu waktunya harus di fokuskan untuk mereka.  Aku kan sudah cukup gede. 

Kata Ummi, adikku-Zahra baru 2 bulan masuk Pondok Tahfidz sudah hafal 5 juz.  Sekarang masuk leveling.  Aulia yang di solo pun kata  Ummi mau ditarik ke Bogor agar fokus di tahfidz.  Tahun ke-2 aku pun pernah ditawarin Abi untuk pindah, tapi aku bilang kalau masih harus pindah ke pesantren......aku akan tetap memilih khusnul khotimah di pondok ini.  Dan Abi pun membolehkan, asal aku fokus.  Fokus dengan kelebihan di pondok ini yaitu bahasa, kemandirian, kesederhanaan dan belajar serius & tekun.

Sebenarnya aku iri dengan adik-adiku yang bisa fokus untuk menjadi hafidzoh.  Sementara  di sini....boro-boro menambah hafalan.  Hafalanku juz 30 saat di SDIT aja banyak yang hilang.  Bahkan tahun kemarin aku ga khatam.  Di sini tilawah cuma saat menjelang Maghrib di Masjid & ba'da Maghrib di Rayon.  Itulah salah satu kekurangan yang seharusnya aku kejar saat liburan, namun itu susah aku lakukan.  Smoga nanti aku bisa mengejar ketertinggalanku ini.

Sore di Jumat ini masih sangat cerah, namun hatiku masih galau.  Ummi tahu itu.  Semoga kedatangan beliau bisa mengusir kegalauanku.  Aku jarang bahkan ga pernah menceritakan hal-hal yang akan membuat Ummi & Abi ku cemas.  Kemarin saat telpon aku hanya bilang kalau tahun depan Fikri akan melanjutkan ke SMA.  Saat aku ditanya.....kakak gmana?  Aku hanya diam.  Ya memang ga ada yang bisa aku jawab.....aku jua bimbang.  Dan Ummi tahu hal itu...sehingga  berjanji akan mudif dua pekan ke depan, pas aku milad & persiapan akan ujian.  Sepertinya Ummi paling tahu apa yang aku rasakan walau aku ga laporan.

Setiap ditanya ...gmana kabar kak?  Slalu aku jawab baik-baik aja.  Aku ga ingin apa-apa yang aku alami di sini membuat Ummi & Abi ku khawatir.  Aku tak ingin membebani beliau-beliau lebih banyak.  Jakarta-Banyuwangi bukanlah jarak yang dekat.  Sehingga apapun yang akau alami di sini ga perlu di ceritakan semuanya.  Cukup yang happy-happy aja, biar mereka senang.  Aku ingin apa yang aku lihat, apa yang aku dengar, apa yang aku rasakan dan apa yang aku kerjakan di sini sebagai pendidikan buat ku.

Soal kekerasan.....anggap saja itu pijatan di tubuhku biar aku lebih kuat, aku pernah mengalaminya.  Soal kehilangan.....sudah berapa banyak baju, celana, sepatu, handuk dll apalagi sandal.  Sepatu PDH TNI asli kiriman Ummi 2 bulan lalu u seragam pramuka ....pun raib.  Aku ikhlaskan saja, karna itu kelalaianku menyimpannya.  Baju dll karna aku lupa angkat dari jemuran.  Sandal hilang di masjid....ya karna aku ga membawa tas sandal.  Dengan ribuan santri dalam waktu bersamaan bubaran sholat tentu akan kesulitan untuk menemukan sandalnya kembali.  Soal kehilangan kiriman makanan.....biasanya karna kita pelit untuk berbagi dengan teman serayon.  Kata Abi selama bukan pelecehan seksual & hal-hal yang ga berlebihan ambil saja hikmahnya.  Biarlah itu mendewasakan-ku.  Biarlah cukup aku saja yang merasakannya...




Jumat sore ini masih cerah.  Murothal masjid mulai dibunyikan.  Itu pertanda untuk kita bersiap-siap ke masjid.  Seluruh aktifitas mulai dihentikana.  Santri kembali ke rayon, mandi & bersiap sholat maghrib berjamaah di masjid.  Aku pun menutup diary-ku (30032015).

Selasa, 10 Maret 2015

Preambule......The Journey to Tegal With AQ-26 ( Me & AQ-26 the Series )

Preambule......The Journey to Tegal  With AQ-26

( Me & AQ-26  the Series )

 

 Entah dari mana awalnya rencana trip ini.  Bermula dari obralan di grup WA (Whattapp) yang makin "gayeng".  Biasa..... grup sosmed adalah sarana silaturahim dan jua obrolan sana sini, khususnya kenangan saat-saat bersama dulu.  Tentu juga sarana sharing......ya tentang keluarga, karier, spiritual atau hal lainnya

Penentuan Tegal sebagai titik point kumpul adalah kesepakatan bersama, setelah awalnya berencana ke Lampung.  Maklum di Lampung memiliki banyak member  setelah Jabodetabek tentunya.  Selain itu di sana jua ada senior dan junior AQ, serta corp C.  Tentunya kedekatan jarak juga menjadi pertimbangan.  Banyak pula member yang dulunya di tempatkan di daerah tersebut.

Namun sepertinya lobi salah satu Udin Nusantara dari Tegal mampu meluluhkan member-member lainnya.  Karena apa coba......entahlah.  Sebab saya sempat tidak mengikuti obrolan selanjutnya.  Ketinggalan sehari saja uda puluhan bahkan kadang ratusan notif, sehingga agak repot kalau harus manjat...hehe....Nah...akhirnya kita ke Tegal sekalian menikmati hasil panen raya juragan member Udin Nusantara.

Sebagai humas AQ-26 mulailah saya woro-woro melalui semua media yang ada.  Grup WA- FB- BBM dan broadcast SMS serta beberapa member di call langsung.  Awalnya agak underestimate dengan minat member.  Saya memperkirakan paling banter hanya 10-an yang akan ikut.  Namun ternyata antusias member lainnya .....RRuar Biasa......mendekati deadline pendaftaran tercacat 36 orang yang akan bergabung " The Journey to Tegal with AQ-26 ".   Selain member Jabodetabek dari Lampung pun siap gabung.  Insha Allah member dari malang & Yogja siap meluncur ke TKP,  semoga.........#tobecontinued

Jumat, 06 Maret 2015

Me & AQ-26 the Series

Me & AQ-26  the Series


AQ-26 singkatan aquaculture 26.  Aquaculture adalah salah satu jurusan di fakultas Perikanan (C) IPB, biasanya disebut BDP (Budidaya Perairan).  Sedangkan 26 menunjukkan angkatan 26 yang masuk ke IPB pada tahun 1989.  Kalau menyebut BDP kadang keliru dengan Budidaya Pertanian dari fakultas Pertania (A). Saat itu BDP alias AQ ada di kampus Darmaga, sedangkan BDP lainnya ada di Baranangsiang Bogor.  Untuk lebih memudahkan kami sebut saja AQ-26.

Bagiku AQ-26 adalah rumah lain saat kami menimba ilmu di Bogor.  Banyak kenangan dan hal-hal istimewa lainnya.  Selama hampir 4 tahun kami bersama.  Dari pagi bahkan kadang sampai pagi lagi.  Apalagi saat-saat penelitian bisa menginap di lab. percobaan.  Nah ini dirasakan oleh sahabat semua dalam satu tim dosen pembimbing yang sama.  Maklum kalau penelitian makhluk hidup harus ditongkrongin 24 jam.

Setelah album AQ-26 season 1.  Kini saya sampaikan AQ_26 season 2 yang  memuat hal-hal unik, sangat istimewa dan terbilang WOW.  Ada yang sudah diprediksi, tapi banyak jua yang mengejutkan.  Nah....selamat menikmati. .Mungkin anda adalah bagian dari AQ-26......silakan memberi masukan buat hal yang super wow yang tidak terpantau oleh saya.  Karena pengamatan saya pun terbatas.

Yok bergabung di even terdekat......" The Journey to Tegal with AQ-26 "  ( 20-22 Maret 2015)

Silakan baca the series lainnya :

1.  Cerita Di balik Foto
2.  InBreeding seri 1
3.  InBreeding seri 2
4.  InBreeding seri 3
5.  Wanted
6.  Udin Nusantara
7.  RIP / Alm 
8.  Single Be Happy
9.  Milad Bareng
10.  Halal Bil halal
11.  The Journey to Tegal
12.  Nyantol di Pamansam
13.  Dikejar Endah.....si-ikon Darmaga

Selasa, 24 Februari 2015

MAJELIS AYAH AQL

MAJELIS  AYAH  AQL


Awalnya kami, saya-istri & 2 putri kami,  berencana hadir di Mabit  bersama Pecinta AlQuran- Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia.  Namun karna istri harus menunggu kedatangan kakak di rumah, akhirnya saya beralih meluncur ke Tebet- menghadiri Majelis Ayah AQL ( ArRahman Quranic Learning Center).  Majelis Ayah ini adalah salah satu program AQL divisi Kokoh Keluarga Indonesia.
Mendengar nama Majelis ini memang agak ga lazim.  Dan mungkin ini  adalah satu-satunya majelis yang di khususkan untuk para ayah &calon ayah serta pematerinya pun para ayah.  Tentu materinya pun tentang peran ayah dalam  pengasuhan dalam keluarga.  Kali ini adalah pertemuan ke-2.

Ternyata peminatnya pun sangat banyak dan  meluber sampai serambi.  Hal ini sangat jarang saya jumpai di majelis yang lainnya.  Biasanya yang banyak jamaahnya adalah majelis ibu-ibu. 
Jamaah yang hadir pun terlihat rapi, klimis dan trendi.  Soal gadget tentu up date dan terlihat cukup terdidik  Semoga ini bentuk dari kebangkitan Muslim menengah atas perkotaan dengan nilai-nilai keIslaman.
Atau boleh jadi kemasan acara cukup menarik dari materi &  pengisinya.




------------
Indonesia dikepung oleh masalah krusial yg menyerang anak anak kita. Bermula dari cinta yg diselewengkan berpadu dgn pornografi yg makin marak. Dan berakhir dgn zina...Na'udzubillah.

Apa yang Salah....??
Cinta kah yang salah...??
Tidak mungkin ALLAH menganugrahkan cinta, sementara ALLAH melaknatnya.

Maka..
Tugas Ayahlah mengajarkan cinta yang sebenarnya, agar cinta tak diselewengkan
-------------------
Acara di pandu oleh Ayah Irwan Kelana - tokoh yang sering menulis tentang peran ayah dalam keluarga.

Nah......berikut resume materi yang sempat saya catat ( hehe.....kaya kuliah ajah yah)




1.  Pemateri ust. Bendri J

Beliau mengawali & membuka acara ini cukup singkat dengan fokus pada generasi alay.  Apa itu??
Generasi alay adalah generasi yang tidak bisa memutuskan sesuatu.  Cirinya adalah kalau ditanya tentang sesuatu jawabanya:  Terserah & Ya gitu deh.
" Kakak mau ikut ayah atau bunda"......terserah.
" Gimana acaranya kak...." ......ya gitu deh.
Generasi ini srringkali hanya ikut-ikutan dalam aktivitasnya.  Mereka merasa inferior saat masih jomblo di usia SMA atau bahkan SMP.  Mereka nonton film biru pun ikut-ikutan karna takut ga ditemenin/ ditinggalkan temen-temannya/ ga boleh masuk gank.  Banyak kasus-kasus remaja saat ini yang sangat memprihatinkan.
Di sinilah peran ayah agar bisa menjadi  sahabat, pembina dan pengayom.

2.  Pemateri ust.  Bactiar Nasir Lc  ;  Menjadi Ayah Inspiratif dalam Panduan AlQuran.

Dasar :  QS 2 (AlBaqarah) : 151,  HR Bukhari no 844 & Muslim no 1829.
5 langkah menjadi Ayah Inspiratif :
    1.  Bacakan Ayat
    2.  Sucikan Jiwa
    3.  Pandukan AlKitab
    4.  Tanamkan Hikmah
    5.  Inspirasikan hal baru
Trilogi Pendidikan jiwa ala imam AlGhozali :  Menanamkan Akhlaq, Nutrisi ilmu dan Pembinaan/ tarbiyah.
Ancaman ayah destruktif.....QS AtTahrim (6) :  66
Contoh ayah inspiratif ......Ya'qub..... QS Yusuf : 4-12.

Semoga bermanfaat....
Sampai jumpa pada Majelis Ayah-3 bulan depan- Sabtu malam pekan 3.