Minggu, 23 Oktober 2016

Dimas : Masjid Ramah Anak...

Dimas : Masjid Ramah Anak...



Namanya Dimas.  Usianya baru  2 tahunan.  Wajahnya imut, pipinya gembil menggemaskan.  Tingkah polahnya pun membuat tersenyum semua jamaaah Masjid. Setiap masuk Masjid Dimas kecil muter salaman dengan jamaah yang lebih dulu ada.  Dimas selalu nginthil (ikut) ayahnya ke Masjid.  Jika ayahnya ga ada, Dimas di antar ibunya.  Sholatnya di samping ayahnya di barisan depan.  Dan tertib, seperti sholatnya orang dewasa.  Buat bocah sekecil itu sholatnya rapi ga jalan-jalan adalah hal yang luar biasa.  Saat ada taklim.....Dimas duduk dipangkuan ayahnya kadang sampai tertidur.  Jarang ada yang seperti itu. Itulah kenapa Dimas kecil di sukai oleh semua jamaah.  Ada yang suka nyubit gemas pipinya yang sedikit tembem.  Ada yang suka meluk dan ada juga yang suka nyium sayang keningnya. Dimas cukup populer dikalangan jamaaah Bapak-bapak.  Itulah Dimas anak 2 tahunan.  Jamaah merasa ga terganggu dengan keberadaannya, justru mencarinya saat Dimas ga ada.

Apakah anak kecil harus semua seperti Dimas atau bisa seperti Dimas semua?
Tentu tidak.  Setiap anak punya karakter dan sifat masing-masing.
Apakah kalau ada anak yang ga seperti Dimas ga boleh ikut / berada di Masjid ?
Tentu juga tidak.......namun tentu ada syarat & ketentuan yang berlaku.

Punya anak seperti Dimas tentu menyenangkan.  Apalagi jika sifat tersebut bisa sampai dewasa.  Punya anak selusin pun rasanya enjoy saja kalau kecilnya sampai dewasa bisa seperti Dimas kecil, rajin ke masjid, tertib, sopan & perilakunya menyenangkan.  Itu adalah idealnya.  Namun ga semua anak bisa sepeti itu.

Kadang ada anak yang kecilnya penurut tapi saat dewasa malah nakal.  Begitu pun sebaliknya, ada yang saat kecilnya suka bikin gaduh namun saat gedenya taat.  Ada jua yang kecilnya manis saat dewasa pun penurut (walau jarang juga).

Nah....bagaimana agar Masjid kita ramah terhadap anak-anak?  Kita bisa mendidik anak mencintai masjid tapi ga mengganggu jamaah lainnya.  Tentu ini tugas kita bersama.  Tugas orang tua (khususnya ayah) dan kita sebagai jamaah.



Sebagai orang tua.......
* Pastikan kita memahami karakter anak kita ( apakah dia verbal, audio atau kinestetik). 
* Anak-anak pada umumnya ga bisa seperti Dimas.  Jadi untuk anak yang berusia Balita apalagi Batita   sebaiknya diajarkan sholatnya di rumah.  Karena anak seusia itu belum bisa paham dinasehati untuk tertib, apalagi anak kinestetik.
* Sewaktu-waktu Jika harus di ajak ke Masjid.....beri pengertian tentang adab di masjid.
*  Kenakan baju yang bagus (misal baju koko) & peci.  Agar merasa berbeda antar baju main & baju ke masjid.
* Jika berada di masjid....ambil posisi pinggir belakang dekat pintu agar mudah keluar saat dibutuhkan.
* Jika anak diajak ikut taklim.....bawalah misalnya kertas & pensil warna/ krayon, agar anak punya kegiatan yang ga mengganggu taklim.  Jangan membawa mainan yang dapat membuat kegaduhan.
* Di dalam Masjid....pastikan anak dalam pantauan kita.  Jangan gabung dengan anak lain lebih dari 2, karena kalau udah 3 atau lebih biasanya ngobrol,  berlarian & gaduh.
*  Jika memang anak kita sering mengganggu kenyamanan jamaah lainnya.....maka lebih baik ga diajak ke masjid.  sebab maslahat untuk orang banyak harus didahulukan daripada maslahat pribadi.

Sebagai Jamaah.....
*  Jangan Baper/ emosional jika ada kegaduhan anak-anak  Boleh jadi itu adalah cara anak-anak mencintai Masjid sambil bermain.  Kelak saat dewasa merekalah yang akan memakmurkan masjid.
*  Jika ada anak Batita/Balita yang buat kegaduhan....cari ortunya agar anak tersebut dikendalikan (lebih baik ga diajak ke masjid)
*  Jika ada anak  ( di atas Balita) buat kegaduhan......nasehati dg persuatif/ baik agar anak tetap bisa ke masjid namun tertib.
*  Harus ada yang jadi (satpam) anak-anak.....menertibkan mereka.  Bersiap segera sebelum iqqomah agar bisa di atur shaf mereka.  Selipkan mereka diantara jamaah dewasa agar ga bercanda saat sholat.
*  Beri ruang yg nyaman buat aktifitas mereka, setelah nyaman baru di buat peraturan
*  Mulai melibatkan anak remaja untuk kegiatan Masjid.

Buatlah masjid yang ramah anak-anak.  Tidak melarang anak-anak masuk masjid. tapi tak juga membiarkan mereka membuat kegaduhan tanpa aturan.....semoga bermanfaat.

Rabu, 19 Oktober 2016

Alif : Aku ingin kakiku bisa mengantarkanku & Ayah Bundaku ke Surga....

Alif : Aku ingin kakiku bisa mengantarkanku & Ayah Bundaku ke Surga....

" Seorang yang berjalan ke masjid, maka tiap langkah kakinya akan diberikan satu pahala, dihapuskan satu dosa, dan dinaikkan satu derajat oleh Allah SWT."
(Ibnu Majah:277,Muslim:1068 dan 1065).



Namanya Alif.....usianya baru 8 atau 9 tahun.  Alif kecil sering terlihat di masjid saat maghrib, isya dan subuh.  Abu Raihan sering bertemu dengan Alif di ujung gang dekat masjid saat Subuh menjelang.  Biasanya di antar bundanya.  Suatu hari saat selesai maghrib, Abu Raihan punya kesempatan untuk bercengkerama dengan Alif kecil di serambi masjid.
" Sayang....sini duduk sama om....namanya siapa?"
" Alif om "
" Alif tinggal dimana?"
" Di gang sebelah masjid "
" Baru di sini ya..."
" Iya om.....Alif baru pindah dari Padang "
" Ooo...pantes om baru lihat.  Biasanya di antar Bunda ya kalau Subuh.  Ayah kemana?"
Alif diam sejenak......matanya berkaca seraya memandang ke taman masjid.
" Ayah Alif sudah meninggal om....3 bulan yang lalu, makanya Alif pindah ke sini "
" Oh...maaf..."
" Makanya om....Alif harus rajin ke masjid, biar bisa mendoakan ayah agar masuk syurga.  Alif ingin kaki Alif bisa menjadfi saksi untuk mengantarkan Alif ke Syurga.....juga bisa mendoakan ayah & bunda masuk syurga juga "
Abu Raihan terdiam......
Kalimat terakhir dari Alif kecil sangat menghujam di hati......

Jika kaki ini ga mampu mengantarkan ke masjid.....bagaimana bisa kaki ini mengantarkan ke surga ??
Abu Raihan bisa menghitung jamaah aktif yang biasa di masjid......tak lebih dari 3 shaf itu pun sudah sama anak-anak.  Orang muslim yang tinggalnya di sekitar masjid pun masih banyak yang enggan berjamaah.  Bahkan pengurus masjid jua masih bayak yang meninggakan berjamaah.  Bukankah seharusnya pengurus masjidlah yang ada di shaff depan dalam berjamaah.  Pengurus masjidlah yang semestinya hadir lebih awal dalam setiap acara-acara masjid.  Karena pengurus masjid adalah jamaah inti.  Bagaimana mau memakmurkan masjid dan mengajak berjamaah warganya kalau pengurusnya saja malas ke masjid.  Dan itu adalah prolema setiap masjid.
Soal keilmuan......mereka bukan orang-orang yang bodoh, bahkan dari pengurus masjid banyak yang berlatar belakang sekolah agama/ pondok.
Jadi soal keutamaan sholat berjamaah sudah tahu.  Shalat jama’ah memiliki keutamaan dibanding shalat sendirian dengan selisih 27 derajat sebagaimana sering kita dengar. Inilah keutamaan shalat jama’ah tersebut. Disamping itu, orang yang menunggu shalat di masjid juga akan mendapat pahala dan do’a malaikat. Begitu pula ketika seseorang sudah berjalan dari rumahnya menuju masjid, itu pun sudah dihitung pahalanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ وَصَلاَتِهِ فِى سُوقِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً وَذَلِكَ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لاَ يَنْهَزُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ لاَ يُرِيدُ إِلاَّ الصَّلاَةَ فَلَمْ يَخْطُ

خَطْوَةً إِلاَّ رُفِعَ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ حَتَّى يَدْخُلَ الْمَسْجِدَ فَإِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِى الصَّلاَةِ مَا كَانَتِ الصَّلاَةُ هِىَ تَحْبِسُهُ وَالْمَلاَئِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مَجْلِسِهِ الَّذِى صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ

اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ

“Shalat seseorang dengan berjama’ah lebih banyak pahalanya daripada shalat sendirian di pasar atau di rumahnya, yaitu selisih 20 sekian derajat. Sebab, seseorang yang telah menyempurnakan wudhunya kemudian pergi ke masjid dengan tujuan untuk shalat, tiap ia melangkah satu langkah maka diangkatkan baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosanya, sampai ia masuk masjid. Apabila ia berada dalam masjid, ia dianggap mengerjakan shalat selama ia menunggu hingga shalat dilaksanakan. Para malaikat lalu mendo’akan orang yang senantiasa di tempat ia shalat, “Ya Allah, kasihanilah dia, ampunilah dosa-dosanya, terimalah taubatnya.” Hal itu selama ia tidak berbuat kejelekan dan tidak berhadats.” (HR. Bukhari no. 477 dan Muslim no. 649).

Nah sekarang adalah masalah implementasi dari ilmu tersebut.  Ilmu tanpa amal bagai pohon tanpa buah.  Amal tanpa ilmu bisa tersesat.
Yok ke Masjid.....

Sabtu, 02 April 2016

ZAHRA : SURAT CINTA NTUK KAKAK TERSAYANG (2)

ZAHRA  : SURAT CINTA NTUK KAKAK TERSAYANG (2)


Dalam kesederhanaan & spontan serta bentangan jarak jalinan komunikasi harus dijalin......baik antara ortu ke anak maupun dari anak ke anak (antar anak), khususnya dlm persaudaraan.  Kami mencoba untuk itu.....karena kamii sadar kebersamaan adalah hal yang mahal yang jarang kami dapat selain saat libur akhir semester.  Untuk itulah jalinan komunikasi sesederhanaan apapun wajib di lakukan....sejak dini...dengan bahasa mereka.  Kami pun belajar......

Assalamu'alaikum kakak.....
Bagaimana kabarnya? kalau Afra Alhamdulillah baik.  Kak zakiy gmana kabar Gontor?  semakin sukses ya kak....Semangat belajarnya.  Fokus! harus fokus selalu ya...biar cepet lulus, jangan galau terus ya disana.  kakak harus memberikan kabar gembira untuk ummi & abi.  Pokoknya kakk ga boleh memberikan kabar buruk untuk ummi & abi.  Ok ya....insya Allah Afra selalu doain kakak, kakak juga doain Afra ya biar cepet Mutqin...biar bisa lulus UN SD.  Sebenarnya Afra mau minta ajarin ke kak zakiy, tapi ga bisa.....SEMANGAT !!
Cie..cie..yg mau Milad yg ke 16 tahun ( eh.....17 th tuh)
SELAMAT ULANG TAHUN KAKAK !!!  30-03 99
Maafin Afra ya....kaklau punya salah

# Bogor-20 Maret 2016


Jumat, 01 April 2016

AULIA : SURAT CINTA BUAT KAKAK TERSAYANG.....

AULIA :  SURAT CINTA BUAT KAKAK TERSAYANG.....


Cinta...sebagai fitrah manusia wajib dimiliki setiap makhluk.  Cinta kepada orang tua, cinta kepada sesama pun kepada saudara.  Tentu semua itu di atas cinta kita kepada Allah & RosulNya.
Bangunan cinta dimulai dari cara berkomunikasi.  Khususnya komunikasi antar saudara...antar kakak & adik, terutama antara kakak lelki & adik perempuannya, yang sering terhambat.  Entah kenapa...hubungan kakak adik langsung tidak semanis kakak dengan adik berikutnya.  Boleh jadi karena jarak usia yang berdekatan.
Kami belajar membangun komunikasi itu sesederhana apapun.....sebelum terlambat.

Bogor-20 Maret 2016

Assalamu'alaikum....
Hai kak Zakiy pa kabar? nice yang mau ujian.....sukses ya! Kak Zakiy semangat ya di sana.....jangan futur terus, jangan baperan kayak cewe aja baperan terus.....kiding  kak !!! JANGAN DOWN !!
Semangat ! Bisa kok...kak Zakiy bisa....Nada aja bisa kok..Afra bisa...jangan ke bawa temen.
Aku juga disini sendiri, semua temen2 Nada pada pergi ke Solo & Bandung......sedih emang tapi ummi terus semangatin Nada terus....Nada malah sampe mau plang kehilangan temen..kehilangan semangat.....# lebay ya....
Tapi ada yg bilang gini ke nada " Udah jalanin aja Nad...jangan dirasain.  Hidup itu untuk dijalalnin bukan dirasain"
nih sampe sekarang Nada bisa nahan, walau kadang kangen temen2 juga.....SEMANGAT K'ZAKIY....cepet lulus dong!! nada tunggu sertifikat kelulusannya Ok bro !
Doain Nada juga ya.....semoga UNnya lancar......K'Zakiy juga semangat ujiannya ya !
SEMANGAT !
SEMANGAT !
SEMANGAT !

Nada juga mo nengok K'Zakiy tp ga diijinin....
Jangan sedih terus ya...juga galau

intinya...Semangat...Don't Down !




Salam Manis...semanis hari ini....
#Maaf tulisannya jelek...buru2 nih.

Kamis, 31 Maret 2016

AZ-ZAKIY : 17 th TETEPLAH SMANGAT & ISTIQOMAH MUJAHIDKU

AZ-ZAKIY :  17 th TETEPLAH SMANGAT & ISTIQOMAH  MUJAHIDKU

 


Kalaulah aku sudah bisa berjalan normal, tentu akan aku sambangi mujahidku di ujung Jawa sana.  Bukan hanya karena hari ini adalah saat istimewa buatnya, Milad ke-17 (30 maret 1999-2016) namun jua karna kegalauan hatinya.  Bagaimana tidak.....Dari 7 sohibnya yang masih bertahan hanya berdua, dia dan Zidni, salah satu soulmatenya.  Lima (5) lainnya pergi.  Dua(2) dipindahkan ke Kediri dan 3 (tiga) lainnya keluar/pindah.  Di sini (Gontor) apapun dan kapanpun bisa terjadi.  Keluar. pindah dengan berbagai alasan itu bisa terjadi kapanpun.  Tidak hanya saat-saat awal, tapi saat kelas akhir pun bisa terjadi.  Dan inilah Gontor.

Tujuhbelas (17) tahun adalah saat yang istimewa.  Masa perubahan menjelang dewasa.  Kami tahu.....saat-saat kebersamaan kami sangatlah jarang.  Kami hanya bisa berkumpul waktu liburan, baik liburan semesteran maupun libur akhir tahun.  Sayangnya kadang liburannya berbeda dengan liburnya adik-adiknya.  Libur semester kemarin, mujahid kami tidak pulang.  Waktu libur yang cuma 10 hari di manfaatkan untuk traveling.  Menjelajah kota Surabaya, Malang sampai Lombok.  Mumpung ada keempatan katanya.  Jadi praktis liburan akhir tahun kemarin ga bisa kumpul bersama.  Hanya bisa bersama dengan mujahidah kecil kami, karna kakaknya dapat tugas dari pondoknya untuk jadi musyrifah di acara daurah Quran.

Kalaulah aku sudah bisa berlari.....tentulah akan kutemeni istri tersayang meluncur ke ujung Jawa.  Bersama meleburkan rasa kangen  pada mujahid kami.  Namun hanya doa yang bisa kami sertakan.  Doa kami untuk mujahid tersayang agar tetep smangat dan istiqomah dalam berjihad menuntut ilmu_nya.  Dan doa serta surat cinta dari adik tercinta pun turut serta memberi smangat.  Walau jarang berjumpa namun kami usahakan untuk saling memberi support agar tercapai apa yang didambakan.

Happy Milad Mujahidku.....Tetap smangat & istiqomah, smoga Allah memudahkan semua urusannya, aamiin.

Senin, 04 Mei 2015

Asikya Hajatan Itu .....

Asikya Hajatan Itu .....

 

 Asyiknya hajatan itu adalah.....
Bisa memperhatikan berbagai perilaku manusia
Ada yang....
Berpakaian 'keren' tapi nyaris telanjang
Bergaya bak artis papan atas.....namun ga pas & noraknya minta maaf
Berpenampilan seperti etalase toko emas berjalan
Ga peduli barang pinjaman yang penting wah.....
Ga penting barang imitasi yang pasti bisa gaya.....
Bergaya 'trendi' namun...masya Allah rakusnya bak ga makan 7 hari 7 malam ....
Comot sana sini-icip ini itu tapi ga menyesuaikan  kapasitas perutnya sehingga mubazir sisanya.
Berpenampilan seperti 'ikhwah' tapi makannya kok berdiri & mau cipika cipiki
Bereuni ria.....gayeng ngobrol sana sini, ga peduli kursi bisa untuk berganti
Duduk manis bak tamu istimewa, ga peduli kerepotan saudara sebagai tuan rumah
Nyamar sebagai tamu karna mo ikut  makan gratis

Hajatan itu asyiknya adalah ......
Bisa tahu kalau dewasa itu bukan ditentukan usia
Tua itu pasti namun dewasa adalah pilihan
Ya.....di hajatan itu ada yang.....
Beda pendapat antara mempelai dengan orang tua bahkan keluarga besarnya
Shohibul hajat diboikot keluarga besarnya karena perbedaan 'cara penyajian' hajatnya
Tuan rumah yang ke-PD-an 'merasa' mampu meng-handle semuanya sendiri, namun akhirnya gaduh
Tuan rumag yang  ga mengorganisir panitia dengan baik sehingga banyak terjadi kehebohan
Tuan hajat yang ingin 'wah'di luar kemampuannya.....
Sehingga memperdaya keluarga besarnya buat urus sana sini ahirnya mereka ga menikmati hajatan itu
Shohibul hajat yang tunduk di palak panitia untuk menyediakan ini itu di luar kewajaran
Shohibul hajat diboikot teman jamaahnya konon katanya 'ga sesuai prosedur'

Hajatan itu asyik-kan.....

Nah......
Kalau anda berperilaku seperti apa ??

#EfekMusimKondangan

Senin, 27 April 2015

Aulia : Smoga Kita Dipertemukan Lagi Dalam Ridho-Nya

Aulia :  Smoga Kita Dipertemukan Lagi Dalam Ridho-Nya

 Sobat....

Serasa belum lurus punggung ini dari perjalanan Solo-Jakarta, pagi ini aku harus bersiap ke Bogor.  Aku harus mulai menata hati dan pikiran untuk hal yang baru.  Aku  mau tak mau harus bergegas, karena inilah hidup dan masa depanku.

Sobat....
Walau kita hanya bersama selama 6 bulan, namun rasanya sudah seperti sudah bertahun-tahun lamanya.  Kita 24 jam selalu bersama.  Di kelas, di Rayon dan di aktifitas harian.  Maklum inilah tempat kita, khusus santri baru - Darurrahmah.  Semua hal kita lakukan bersama.  Menata kamar rayon, menata & menghias kelas serta bersih-bersih lingkungan.  Kalian menunjuk aku untuk jadi ketua kelas.  Aku gamang.  Gimana tidak......aku masih harus menyesuaikan dan belajar  hal-hal yang baru sudah harus mengemban amanah yang berat buatku.  Aku masih harus belajar mandiri, memenej waktu & keuangan.  Tapi aku coba jua....maafkan kalau belum optimal.



Sobat....
Kita berlima, aku-Nisa-Izzah-Dewi-Nur....biasa kongkow di balkon saat waktu rehat.  Menatap langit yang biru sambil ngemil, ngobrol dan bercanda.  Kita disatukan dengan nasib yang sama.  Sama-sama anak rantau yang jauh dari orang tua.  Aku masuk pondok sebenarnya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.  Sejak Kakakku di pondok, aku ikut ummi dan abi kalau nengok kakak.  Sehingga sedikit banyaknya memahami pondok itu seperti apa.  Aku pun jua diikutkan saat hunting pondok putri buatku.  Keliling Jawa....dari Bogor, Magelang, Jogya, Solo, Ngawi, Ponorogo.  Pernah nginep jua di pondok putri tersebut agar bisa menangkap auranya.  Sampai akhirnya ortuku memilih Solo dan aku pun suka.  Jadilah kita bertemu di sini.

Sobat.....
Ternyata cukup berat jua ya belajar di pondok.  Kita tidak hanya belajar ilmu umum seperti sekolah umum lainnya di pagi hari, namun kita jua belajar ilmu kepondokan di siang sampai sore.  Kita pun harus mencuci sendiri.  Semuanya sendiri untuk belajar kemandirian. Awalnya berat, akhirnya terbiasa juga.  Kita bisa karena biasa.

Sobat....
Ortuku menginginkan aku masuk klas tahfidz...tapi belum lolos.  Saat tes durasi aku belum memenuhi syarat minimal, menghafal 1 lembar sekali setoran.  Maklum masih harus banyak penyesuaian.  Alhamdulillah ortuku gpp....dicoba lagi nanti.  Toh prestasiku di kelas cukup bagus, masuk 5 besar saat bagi rapot smemesteran.  Aku sudah mulai kerasan & enjoy.  Ummi-ku selalu datang setiap bulan.  Awalnya seh mau 2/3 bulan sekali, tapi ternyata aku ga tahan.  Aku berusaha untuk menyimpan rasa kangen yang sangat di awal-awal masuk pondok sampai pernah sakit.  Aku ga kasih kabar ke ortu.....tapi ada walisantri lain yang telon ummi,  sehingga akhirnya ummi & abi serta adikku datang.  Duh senengnya aku....banyak yang ingin aku ceritakan namun lidah ini serasa kelu berucap.  Aku hanya menyodorkan diaryku....itulah perasaanku selama ini. 

Sobat...
Aku bangga & sangat menyayangi ummi dan abi.  Beliaulah yang menjerumuskanku di jalan yang benar menurutku....dengan memasukkan aku ke pondok.  Di sini aku menemukan banyak hal, persahabatan, kerja sama, kemandirian, keikhlasan, toleransi, kesabaran dan masih banyak lagi.  Ya.....aku sudah betah.

Sobat....
Saat mudif.....ummi-ku cerita kalau adiku-Zahra,  mau masuk pondok Tahfidz di Bogor.  Zahra, adiku baru kals 4 SD akan masuk pondok.....apa bisa ya??  Berkecamuk pertanyaan-pertanyan dalam benaku.  Aku aja yang masuk pondok setelah lulus SD merasa berat, gimana adiku yang baru klas 4.  Saat kutanya adiku yang saat itu jua ikut...ternyata di luar prediksiku.  Zahra mau & sudah diterima.  Adiku bilang tempatnya lebih asyik daripada di sini.  Banyak pohon buah-buahan, kolam ikan, saung dll.  Dan di sana nanti  hanya fokus menghafal Alquran.  Programnya pun paling lama 2 tahun.  Begitu ujarnya.  Kutatap mata adiku dan kulihat kemantapan disana.  Alhamdulillah, syukurlah.....mungkin ini buah dari tour of pesantren yang pernah adiku ikuti jua bersamaku.  Dan boleh jadi ini adalah pertemuan terakhirku dengan adiku di pondok ini.  Aku ingin kasih hadiah buatnya.  Ya.....hadiah istimewa.( Baca : Aulia : Surat To Adik Tersayang)........to be continued.......