Jumat, 09 Januari 2015

Zidane : We Love U so Much

Zidane : We Love U so Much

  

Tiba-tiba Zidane memegang tangan Umminya sebelum masuk boarding stasiun.
" Maaf ummi......Zidane mau nanya, kenapa Ummi ga pernah nangis saat nganter Zidane di stasiun atau saat mau pulang abis nengok di pondok ummi pun ga meneteskan air mata seperti bunda & umminya temen-temen Zidane.  Ummi hanya tersenyum. Apa Ummi ga sedih & merasa kehilangan Zidane selama mondok??"  Tanya Zidane seraya menunduk.  Plong sudah apa yang selama ini menggayut dibenaknya.  Tiga tahun sudah tanya itu dia simpan. Dulu ia ingin bertanya tapi takut kalau jawabannya akan mematahkan semangatnya.  Zidane khawatir ummi sengaja membuang dirinya di Pondok ini karena kebandelan dan nakalnya serta sering membuat umminya sedih. Jawaban itulah yang sangat Zidane takuti.  Sekarang Zidane sudah siap dengan jawaban Ummi sepahit apapun.

Ummi Zidane tercekat dan menatap lekat putra sulungnya.
" Kakak ingin tahu jawaban ummi? "
" Iya ummi..." angguk Zidane.

Direngkuh dan dipeluknya putra sulungnya erat.......seraya berbisik: " Ummi tidak ingin terlihat sedih di depan kakak, karna akan memberikan aura negatif yang bisa menurunkan semangat kakak di pondok.  Ummi ingin kakak selalu semangat, happy, ceria sehingga aura positif tersebut senantiasa bersama kakak dalam menimba ilmu di pondok ini." jawab ummi Zidane singkat.
" Engkau ga tahu anakku....betapa hati ini terasa ada yang hilang saat pertama kali meninggalkan dirimu di Pondok ini.  Kenapa ummi segera memalingkan muka sesaat setelah memelukdan mencium dirimu.  Ummi ga mau air mata ini menetes di depanmu.  Karena air itu sudah ga terbendung lagi dan akhirnya jatuh bersamaan kendaraan yang membawanya meninggalkan Pondok putra tercintanya.  Itulah alasannya kenapa ummi selalu terlihat tersenyum dan tak ingin lama-lama menatap wajah sulungnya."  batin Umii Zidane.

" Itu dulu Ummi.....sekarang kalau pun ummi meneteskan air mata..Zidane akan tetep semangat untuk menuntaskan menimba ilmu di Pondok.  Mohon doanya slalu ya ummi"

"Iya...mujahidku sayang....tanpa diminta pun ummi senantiasa bermunajat ke Illahi untuk kesuksesan kakak dunia akherat".

Pelukan ummi Zidane makin erat dan jatuhlah air hangat membasahi punggung sulungnya.  Dan Zidane pun merasakan hangatnya air tersebut merayap sampai sumsum tulang belangnya.  Sekarang Zidane makin yakin akan cinta umminya dan berjanji akan membahagiakan orang yang ia cintai terutama umminya.



Jumat, 28 November 2014

Antara Aku, Line dan G Plus (G+)

Antara Aku, Line dan G Plus (G+)


G plus (G+) adalah sosial media yang dimiliki mbah Google.  Sebenarnya aku sudah lama mengenalnya, sejak aku membuat akun email gmail.com.  Karena fasilitas G+ otomatis sudah tersedia.  Namun saat itu belum begitu populer dan terekspoler, masih kalah ngetren sama facebook (FB).  Aku pun memanfaatkannya sekedar buat sosbookmark karena terintegrasi dengan blogger.  Saat ini G+ menjadi sosmed ke-2 terpopuler setelah FB.

Line yang aku tahu adalah salah satu media chatting atau komunikasi seperti Yahoo Messenger (YM), WhattApps (WA) dll.  Aku pun belum banyak memanfaatkan fitur-fitur yang ada.  Aku hanya menggunakan untuk belajar kelas on line G+ yang memanfaatkan media Line.  Awalnya media belajarnya melalului WA.  Tetapi karena membernya makin banyak dan tidak tertampung di WA (yang hanya memfasilitasi max. anggota 50 orang), maka bermigrasilah ke Line.  Yah......akhirnya dirpaksalah  men-dowload aplikasi Line karena buat kepentingan belajar tersebut.  Baik di PC maupun di Android, walau fiturnya berbeda.  Di android lebih kaya fitur untuk memanfaatkan Line.  Tak apalah toh masih gratisan...hehehe....Alhamdulillah....walau masih hanya sebatas buat belajar online secara grup.

Nah....aku belumlah ahli dibidang Internet apalagi Imer-Internet Marketing.  Aku hanyalah seorang pembelajar.  Saat ini adalah era digital, sehingga mau tak mau, suka tak suka harus ikut arus meng-up grade ilmu kalau ga mau ketinggalan zaman.  Apalagi setelah aku terjun ke wirausaha.  Cara konvensional dalam bisnis saat ini akan sangat tertinggal jika kita ga mau belajar on line untuk memasuki era digital.  Era yang mampu menembus seluruh nusantara bahkan dunia.  Inilah yang mengantarkan aku ke grup belajar on line.  Ini grup ke-2 aku setelah BDR (Bisnis dari Rumah).  Di BDR aku pertama kali mengenal dunia internet.  Setelah itu bergabunglah aku di Melek Internet dan belajar G+ on line via Line......Gratis...tis tis.

Sobat yang Mulia....
Belajar di grup ini sangat seru.  Beberapa orang member aku mengenalnya karena memang pernah bertemu dan belajar bareng.  Lainnya ya cuma mengetahui dari grup ini apalagi anggotanya tersebar dari seluruh Nusantara.  Member grup ini di dominasi oleh para wanita khususnya para emak...hehe....sehingga seringkali menjadi ajang curcol....apalagi kalau ada PR yang wajib diselesaikan sebagai salah satu keseriusan para member.  Dan deadline PR tersebut menjadi salah satu kriteria eliminasi......di injure time heuboh deh ala emak-emak....hahaha.....
Kami para pria guanteng seh enjoy ajah...wkwkwk....

Sobat yang di Rahmati Allah.....
Selain kelas on line untuk anggota yang berdomisili di Jabodetabek ada kelas Kopdar (Kopi darat) agar ilmunya lebih tajam lagi.  Dari mulai belajar G+ basic, Advance, SEO dll.  Inilah ajang silaturahim langsung.....dan tentunya lebih seru bin heboh lagi.  Silaturahim memperluas rizqi dan itu benar adanya.
Di grup pembelajar ini selain ajang silaturahim, belajar, informasi jua ajang bisnis.  Di grup ini kita saling VCS (Vote-Commen-Share) untuk postingan kita di G+.  Ini sangat membantu dalam dunia online khusunya untuk SEO-nya.  Walau ada yang bisnisnya sama tidak membuat member iri dan dengki, tapi saling menguatkan.  Toh.....Rizqi tak akan tertukar.  Member di sini ada produsen, distributor & reseller sehingga semuanya saling tukar ajang bisnis.  Dari kita untuk kita dalam bisnis berkah.

Nah.....sobat mulia....
Itu pengalamanku.....bagaimana pengalaman-mu??
Sobat semua..... yok silaturahim follow me ya di G+   : +gunawansetyadi

Line :  Gunawan Setyadi
FB :  https://www.facebook.com/gunawan.setyady
twitter : @GunawanSetyadi2
Hp/WA :  085779400070
PIN  :  7970 F1E3
Bisnis : Gunawan Tour & Travel ( www.pakethargaumrohpromo.com )
Toko OL (ummizakiy-shop.com)

Minggu, 24 Februari 2013

BAIM : IBUKU DIGONDOL WONG


BAIM :  IBUKU  DIGONDOL  WONG




Namanya bagus, Maulana Ibrahim, biasa dipanggil Baim.  Usianya baru 3 tahunan.  Bocah itu duduk di samping Andi di kereta menuju Madiun.
Setiap orang yang melihatnya pasti akan jatuh hati padanya.  Kulitnya putih, matanya “belo” dg bulu mata yang sangat lentik untuk ukuran lelaki seperti ayahnya,  pipinya tembem menggemaskan, apalagi tingkah dan ngomongnya.  Baim bersama ayahnya naik dari Bekasi, sama seperti Andi.   Ayah Baim baru berumur 30-an, cukup ganteng juga dengan perawakan proposional.
Dalam perjalanan di kreta yang cukup nyaman, Baim menjadi hiburan tersendiri. Selain ngomongnya cukup lancar walau masih cedal, Baim juga komunikatif.  Setiap pertanyaan selalu dijawab dengan gaya medok semarangan menggemaskan.  Jika ditawarin makanan akan diterima kalau Baim suka.
Ketika ibu di depan kami menanyakan “ Baim kok cuma sama Ayah, ibunya mana ?”
“ Ibuku digondol wong” jawab Baim dg polosnya.
Ibu itu tertegun, begitupun penumpang yg lain.  Andi melirik Ayahnya.  Ayah Baim tersenyum kecut.
“ Ibunya sudah pergi dengan lelaki lain saat Baim belum genap setahun” sambung Ayah Baim. “ Mungkin ga tahan dg kehidupan ekonomi kami yg saat itu sedang mengalami keterpurukan.  Usaha saya bangkrut.  Ibunya pergi dengan temen chattingnya di dunia maya dan jejaring sosialnya.  Sampai sekarang ga jelas keberadaannya, statusnya pun ngantung.  Sebenarnya saya juga rela kalau dia minta pisah dengan saya.  Saya pinginnya pisah dengan baik-baik, kalau seperti ini kan kasihan Baim.  Tapi sudahlah…..itu masa lalu.  Saya sudah memaafkannya.  Eh..maaf jadi curhat….hehehe…”
“ Nga pingin cari ibu baru untuk Baim mas?” Tanya Andi
“ Hmm…pingin seh, tapi apa ada yang mau sama saya.  Nantilah…kalau Baim sudah gede.  Sekarang saya sedang kosentrasi dengan usaha saya ini.  Biasanya kalau usaha sudah berhasil jodoh akan lebih mudah.  Smoga ga akan jatuh pada lubang yang sama.  Masa lalu menjadi pelajaran bagi saya.”
Andi terdiam.  Pernikahan kalau hanya dilandasi kepentingan materi beginilah akhirnya.  Ada uang abang disayang tak ada uang abang ditendang.